Kamis, 23 September 2010 13:20 WIB News Share :

Rekonstruksi pembunuhan wartawan Sriwijaya Post digelar

Palembang–Ratusan warga memenuhi sekitar rumah Arsep Pajario di Perum Citra Dago Blok D No 9, Jalan Suparman, Sukarami, Palembang. Mereka menyaksikan rekonstruksi pembunuhan terhadap wartawan Sriwijaya Post itu, yang dibunuh temannya Stefi.

Dalam rekonstruksi Kamis (23/9) ini, juga hadir keluarga korban. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, rekonstruksi dijaga puluhan polisi dengan ketat. Rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Anisulla M Ridha.

Rekontruksi pembunuhan yang dilakukan Stefi terhadap Arsep Pajario itu berjumlah 51 adegan, yang dilakukan sejak pukul 10.50-11.15 WIB. Namun warga yang menyaksikan itu sudah berdatangan sejak pukul 09.00.

Stefi mengenakan baju tahanan warna merah marun dengan lis kuning dan merah hati yang di belakangnya tahanan Satreskrim nomor 27. Dalam rekonstruksi itu terlihat kemenakan Arsep yakni Mahardiko, serta sejumlah rekan sekerja almarhum di HU Sriwijaya Post dan rekan sesama wartawan media massa di Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya Arsep dibunuh Stefi pada Selasa (14/9) dengan cara dicekik, dengan motif perampasan barang dan uang milik Arsep. Jasad Arsep ditemukan pada Jumat (17/9) dalam keadaan membusuk. Arsep baru mengenal Stefi selama sebulan. Dia seorang mahasiswa di Medan, Sumatra Utara, dan pulang liburan ke rumah orangtuanya di Betung, Banyuasin, Sumsel.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…