Kamis, 23 September 2010 21:43 WIB Karanganyar Share :

Produksi kentang turun 50 %

Karanganyar (Espos)–Produksi kentang di Kabupaten Karanganyar, terutama di Kecamatan Jenawi, menurun hingga kisaran 50%.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang tidak bisa ditebak, belakangan ini.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bumi Aji, Sumadi, mengatakan, kondisi cuaca yang tak menentu, menjadikan produksi kentang tidak maksimal.

“Iklim itu kan tidak bisa ditebak, sebentar-sebentar hujan. Kami biasanya memanen kentang pada musim kemarau, sebab kentang tidak bagus kalau dipanen pada musim hujan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, kami juga tidak bisa mengendalikan iklim,” ujar Sumadi saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan panen kentang di Desa Anggrasmanis, Jenawi, Kamis (23/9) pagi.

Kentang yang bisa diproduksi satu hektare lahan yakni 20 ton, per tahun. Pendapatan per hektare yakni Rp 30 juta, dengan asumsi Rp 4.000 per kilogram kentang.

“Tapi dengan kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini, mustahil untuk bisa meraih pendapatan yang banyak. Tidak seperti bawang atau kubis yang bisa cukup bertahan di cuaca yang berubah-ubah,” ujar Sumadi.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, yang turut serta dalam panen kentang di Anggrasmanis, memaklumi jika dalam kondisi cuaca yang tak menentu, produksi kentang menurun.

“Masih syukur bisa panen dan memberikan penghasilan,” ujarnya.

m87

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…