Kamis, 23 September 2010 11:41 WIB News Share :

Petani sawit di Riau tewas diterkam harimau

Pekanbaru–Seorang petani sawit di Riau, Sugianto ,35, tewas setelah diterkam oleh harimau. Kondisi korban sangat mengenaskan. Bagian leher dan dadanya dimangsa binatang buas tersebut.

Korban adalah warga Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Korban tewas di ladang perkebunan sawit miliknya sendiri. “Korban sempat ditunggui harimau sehari semalam, sehingga warga tidak berani mengambil jenazah korban,” kata aktivis WWF Riau, Oesmantri, Kamis (23/9) di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, Sugianto ditemukan warga tewas pada Senin (20/9), kemarin, sekitar pukul 23:00 WIB. Saat itu, warga berusaha mencarinya setelah seharian tidak pulang ke rumah.

“Tapi saat malam itu diketemukan di ladang sawitnya, harimau masih di sekitar jasad korban. Malam itu juga warga langsung meninggalkan lokasi. Esok harinya, warga kembali dan menghalau harimau itu. Setelah harimau pergi, barulah warga berani membawa pulang jasad korban,” kata Oesmantri.

Menurut Oesmantri, konflik antara harimau dan warga terjadi akibat habitat harimau yang terus menyempit. Di samping itu, pakan harimau juga sudah susah untuk didapat.

“Apa lagi di daerah tersebut kondisi hutan marga satwa Bukit Batu juga sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri. Sehingga alih fungsi lahan ini memicu terjadinya konflik,” kata Oesmantri.

Oesmantri melanjutkan, pemerintah dan perusahaan harus ada langkah bersama untuk menyelamatkan harimau. Penanganan konflik harus segera dilakukan dengan cara mendata wilayah jelajah harimau. Sehingga ada peringatan dini bahwa kawasan tersebut merupakan habitat harimau yang tidak boleh diusik.

“Tanpa ada pendataan seperti itu, mustahil konflik bisa teratasi. Kalau kondisi sekarang ini terus dibiarkan, baik warga atau harimau akan sama sama menjadi korban,” kata Oesmantri.

Dalam bulan terakhir ini, konflik antara harimau dan manusia sudah dua kali terjadi. Sebulan yang lalu, warga Kabupaten Rokan Hilir, Riau juga tewas diterkam harimau. Kondisnya juga mengenaskan karena sebagian organ tubuhnya sudah tidak utuh lagi.

“Penanganan konflik harus segera dilakukan. Karena bagaimana pun, biasanya akan ada rasa dendam dari warga untuk memburu harimau. Kalau tidak segera teratasi, kondisi harimau akan terus terjepit,” pinta dia.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…