Kamis, 23 September 2010 15:58 WIB Wonogiri Share :

Pencairan DAK pendidikan tunggu SKB 3 menteri

Wonogiri (Espos)–Dinas Pendidikan Wonogiri masih menunggu surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri untuk mencairkan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan senilai Rp 39 miliar dari pemerintah pusat, yang hingga menjelang akhir September ini belum juga terealisasi.

Dengan sisa waktu hanya tiga bulan sebelum tahun anggaran 2010 berakhir, 31 Desember mendatang, hampir mustahil keseluruhan DAK itu bisa terserap dan dilaksanakan secara maksimal. Apalagi, dalam UU No 2/2010 tentang Perubahan APBN, ada klausul yang menyatakan DAK pendidikan harus dilaksanakan sesuai Keppres No 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Dengan demikian, DAK di setiap sekolah yang nilainya di atas Rp 50 juta harus dilelang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Wonogiri, Soesetijo mengungkapkan DAK tersebut sebenarnya sudah ada di kas daerah senilai Rp 39 miliar. Dana itu dirinci untuk tingkat SD senilai Rp 31 miliar sedangkan untuk SMP senilai Rp 7 miliar lebih. Sekolah-sekolah yang akan mendapat DAK sudah disurvei dan dibuatkan surat keputusan (SK).

“Petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan DAK itu sebenarnya juga sudah turun. Tapi dinas belum berani melaksanakan karena masih menunggu SKB tiga menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri,” jelas Soesetijo, saat ditemui wartawan di sela-sela rapat paripurna penyampaian hasil reses III para anggota DPRD di Gedung Dewan, Kamis (23/9).

Soesetijo hanya bisa berharap SKB tiga menteri itu bisa terbit secepatnya agar pihak sekolah memiliki waktu cukup untuk melaksanakan DAK tersebut. DAK bidang pendidikan untuk 2010 ini, lebih banyak untuk pembangunan gedung perpustakaan dan peningkatan mutu pendidikan dengan pengadaan alat peraga, laboratorium bahasa, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), buku-buku dan sebagainya.

shs

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…