Kamis, 23 September 2010 12:56 WIB Ekonomi Share :

Naik, daya saing RI tetap ditinggal jauh negara tetangga

Jakarta–peringkat daya saing Indonesia di dunia internasional meningkat dari posisi 54 ke urutan 44 untuk periode 2010-2011. Meski demikian RI tetap tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tetangga.

Global Competitiveness Report 2010-2011, dalam laporannya seperti dilansir World Economic Forum (WEF) yang berkantor di Jenewa, Swiss, menyebutkan daya saing Indonesia naik menjadi posisi 44 dari 144 negara dengan skor 4.43. Posisi itu naik dari sebelumnya tahun 2009-2010 di 54. Indonesia berada dibawah negara Barbados yang menempati posisi 43 dengan skor 4.45.

Daya saing negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia menempati posisi 26 dengan skor 4.88 atau turun dari GCI 2009-2010 yaitu posisi 24. Negara tetangga lainnya, Thailand berada di posisi 38 dengan skor 4.51 atau turun dari posisi 36.  Sementara itu negara kerajaan Brunai Darussalam menempati posisi 28 dengan skor 4.75 atau naik dari posisi sebelumnya yang hanya 32.

Posisi Indonesia dengan Singapura terpaut sangat jauh. Singapura berada di posisi tiga dengan skor 5.48, bersaing ketat dengan Swedia di posisi dua yang sebelumnya di posisi empat. Swiss bertahan di posisi 1 dengan skor 5.63.

Presiden SBY mengingatkan agar Indonesia tak berpuas diri atas naiknya daya saing ke peringkat 44 dunia. “Boleh tepuk tangan, tapi tidak boleh kita puas,” kata SBY dalam acara pembukaan IBBEX di JCC, Jakarta, Kamis (23/9).

SBY menyatakan daya saing Indonesia bisa ditingkatkan ke posisi 30-an dan bahkan 20-an dalam 4-5 tahun ke depan, dengan catatan harus bekerja keras. Meski demikian RI patut bersyukur atas naiknya daya saing. “Alhamdulillah hasil kerja keras kita, rangking competitiveness naik dari 54 menjadi 44.”

Beberapa hal yang masih terpuruk dan harus menjadi perhatian Indonesia adalah kondisi infrastruktur masih berada di posisi 82, kondisi jalan  di posisi 84, dan ketersediaan pasokan listrik di posisi 97.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…