Kamis, 23 September 2010 16:31 WIB Wonogiri Share :

Kerja sama 'Wonogiri-Wuming' dipastikan jalan terus

Wonogiri (Espos)--Rencana kerja sama kota kembar antara Kabupaten Wonogiri dengan Kabupaten Wuming, Guangxi, China dipastikan berlanjut meski bakal terjadi pergantian bupati. Bagian Kerjasama Pemkab Wonogiri siap mengajukan surat kuasa baru jika hingga 1 November mendatang kesepakatan kerja sama itu belum diteken.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Teguh Setiyono, saat ditemui wartawan, Kamis (23/9). Sebagaimana diinformasikan, rencana kerja sama kota kembar itu dirintis Pemkab Wonogiri di bawah pimpinan Bupati H Begug Poernomosidi.

Surat kuasa atau full power untuk penandatangan kerja sama itu dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pun sudah diterbitkan atas nama Begug Poernomosidi. Pertanyaan muncul mengingat masa jabatan Begug sebagai Bupati Wonogiri akan berakhir pada 1 November 2010 mendatang dan digantikan oleh Danar Rahmanto yang berhasil menang pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 16 September lalu.

Jika sampai 1 November, kesepakatan kerja sama itu belum juga ditandatangani, maka surat kuasa itu akan menjadi tidak valid lagi. “Kami sudah berkonsultasi dengan Pemprov maupun pemerintah pusat. Tapi kami diminta menunggu dulu sampai 1 November. Kalau sampai tanggal itu  perjanjian kerja sama itu belum juga ditandatangani, maka kami akan mengajukan surat kuasa baru atas nama bupati yang baru,” jelas Teguh.

Mengenai rencana kerja sama itu sendiri, Teguh mengatakan sejak kunjungan Begug bersama beberapa staf Biro Kerjasama Provinsi Jateng dan Kementerian Luar Negeri, Desember 2009 lalu, sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan.

Kerja sama kota kembar antara Wonogiri dan Wuming merupakan salah satu proyek Bupati Begug Poernomosidi yang belum terealisasi. Kerja sama ini direncanakan meliputi berbagai bidang, mulai dari pertanian, perdagangan, transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi hingga industrialisasi.

shs

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…