Kamis, 23 September 2010 16:30 WIB News Share :

JK
Aparat harus kejar penyerbu Polsek Hamparan Perak

Yogyakarta--Mantan Wapres Jusuf Kalla mengecam dan menyesalkan penyerbuan Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, yang menewaskan 3 anggota kepolisian. Dia meminta agar aparat bertindak tegas dan mengejar para pelaku penyerbuan tersebut.

“Itu sangat disesalkan. Saya sependapat soal itu dan pelaku harus dikejar,” kata JK menjawa pertanyaan wartawan.

Hal itu dikatakan JK usai seminar bertajuk ‘Kajian Terhadap Perekonomian Indonesia Perspektif Makro-Fiskal’ dalam rangka Lustrum IX Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Hotel Hyatt, Jl Palagan Tentara Pelajar, Kamis (23/9).

JK mengatakan, masalah terorisme masih sering terjadi di Indonesia dan belum bisa diselesaikan secara tuntas. Sementara itu Indonesia termasuk negara yang paling banyak menangkap pelaku terorisme, namun hal itu belum berhasil mengatasinya.

“Semua harus waspada. Masyarakat juga harus ikut mewaspadainya. Kenapa terorisme tidak muncul di Malaysia karena masyarakat sudah aware dan polisi juga tegas,” ungkapnya.

Menurut JK, untuk menyelesaikan terorisme itu tidak hanya mengejar dan menangkap para pelakunya. Pemberian hukuman juga belum tentu membuat jera para teroris.

“Jadi yang harus diwaspadai adalah ideologinya. Orang bisa ditangkap tapi ideologinya kan tidak bisa. Ideologi itu kan dari pikirannya. Itu yang harus diubah dan diwaspadai,” pungkas dia.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…