Kamis, 23 September 2010 21:03 WIB News Share :

Harimau terkam warga hingga tewas, Menhut salahkan manusia

Pekanbaru--Seorang warga Kabupaten Bengkalis, Sugianto tewas diterkam harimau. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dengan santai menyebut itu kesalahan orang.

“Warga diserang harimau hingga tewas, ini jelas salah orang sendiri, baik yang di kabupaten maupun yang di provinsi,” ujar Menhut Zulkifli di Kantor Gubernur Riau, saat mengadakan kunjungan kerja di Riau, Kamis (23/09).

Zulkifli mengatakan, konflik yang sering terjadi antara harimau dan manusia, sebenarnya akibat ulah manusia itu sendiri. Manusia sering merusak habitat satwa dilindungi yang itu.

“Yang salah itu manusia, mengapa merusak habitat harimau. Bagaimanapun¬† harimau itu tidak bisa tidur dengan manusia. Makanya habitatnya jangan diganggu,” kata Zulkifli

Dia mencontohkan, saat terbang dengan helikopter di atas kawasan Taman Nasional Tesso Nili, dirinya sempat melihat masih banyak kawasan di tengah hutan yang dibakar.

“Kalaulah saat pembakaran hutan itu ada gajah di sana,tentulah mengamuk gajah itu. Samalah halnya habitat harimau dirusak manusia, wajar saja harimau mengamuk,” kisah menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sebagaimana diketahui, dua hari lalu Sugianto, 35, warga Kabupaten Bengkalis ditemukan tewas diterkam harimau di ladang sawitnya. Tubuh korban tidak utuh lagi karena sudah disantap si raja hutan ini.

Malah harimau ini sempat menongkrongi jasad korban. Sampai pihak kepolisian turut turun tangan untuk mengusir harimau yang menjagai jasad korban.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…