Rabu, 22 September 2010 10:50 WIB Ekonomi Share :

Revisi pertumbuhan ekonomi tak ubah proyeksi ekspor

Jakarta–Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan revisi asumsi pertumbuhan ekonomi 2011 dari 6,3% menjadi 6,4% tak akan mengubah target pertumbuhan ekspor pemerintah yang tahun depan berada di kisaran 11-12%.

“Kalau cuma 0,1% sih mestinya pertumbuhan ekspornya tetap 11-12%,” kata Mari disela-sela acara HUT HIMPI di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa malam (21/9).

Mari menyebutkan perlunya menggenjot perluasan pasar-pasar baru untuk terus meningkatkan ekspor. Saat ini pasar ekspor di Asia tercatat pertumbuhannya masih baik, bahkan pasar Afrika pun sangat potensial. “Memang harus kerja ekstra untuk menembus pasar baru,” ujarnya.

Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat optimistis pertumbuhan ekonomi 2011 ditas 6,4%, dengan catatan infrastruktur mulai terbangun dan suplai energi lancar. “Pertumbuhannya akan diatas itu (6,4%),  sampai 7%,” ujarnya.

Sebelumnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Selasa (21/9) malam, Pemerintah dan anggota dewan sepakat mengubah beberapa asumsi makro. Pertumbuhan ekonomi direvisi dari 6,3% menjadi 6,4% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar direvisi dari Rp 9.300 menjadi Rp 9.250. Sedangkan inflasi masih ditahan di level 5,3%. Begitu juga dengan suku bunga SBI 3 bulan pada level 6,5%.

dtc/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…