Rabu, 22 September 2010 16:46 WIB Sukoharjo Share :

Puluhan pengusaha mebel terancam gulung tikar

Sukoharjo (Espos) — Puluhan pengusaha mebel di Kabupaten Sukoharjo terancam gulung tikar seiring belum pulihnya kondisi pasar mebel di Eropa dan Amerika.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Sukoharjo, S Widiyono membeberkan dari sekitar 50 pengusaha mebel di Kota Makmur, hanya 15 pengusaha saja yang masih bisa eksis hingga sekarang. Kondisi sulit itu, sudah dialami sejak 2009 silam.

“Pengusaha mebel yang masih bertahan itu, hanya mereka yang membidik di luar pasar tradisional Amerika dan Eropa. Kalau biasanya satu perusahaan memiliki 100 karyawan, sekarang tinggal 15 orang saja. Bahkan sekarang pengrajin di Bulakan banyak yang ke luar daerah berjualan bakso,” jelas Widiyono saat dijumpai wartawan di sela-sela pergelaran wayang kulit di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Selasa (21/9) malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan, lesunya pasar di Eropa dan Amerika itu memang memukul telak eksistensi pengusaha mebel di Sukoharjo. Yang akhirnya, berdampak pada penurunan produktivitas pengusaha mebel. Sebelumnya rata-rata pengusaha mebel di Sukoharjo menurut Widiyono, mampu mengekspor mebel hingga empat kali. Tapi beberapa kurun waktu terakhir, mereka hanya mengirimkan mebel rata-rata empat kali dalam setahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sukoharjo, Supangat mengatakan booming ekspor mebel ke negara-negara maju memang sudah lewat. Di samping adanya krisis global di negara maju itu, pengiriman mebel ke luar negeri juga dibarengi dengan berbagai isu yang merugikan pengusaha dan pengrajin mebel. Seperti isu pencemaran lingkungan.

Dengan kondisi itu, kata Supangat, Disperindag akan memberikan pembinaan pada pengrajin mebel di Sukoharjo. Termasuk pembinaan mutu, kualitas, dan upaya meningkatkan potensi pasar lokal. “Bagi mebel untuk sekolah-sekolah atau kantor dinas diharapkan memesan dari pengrajin lokal di Sukoharjo. Tapi kebijakan itu memang tergantung pada satuan kerja (Satker) dan kepala dinas masing-masing”.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…