Rabu, 22 September 2010 21:07 WIB News Share :

Presiden memang sudah akan mengganti Hendarman

Jakarta--Mensesneg Sudi Silalahi berpendapat bahwa hanya Presiden-lah yang memiliki kewenangan untuk memberhentikan Jaksa Agung.

Selain itu, RI-1 juga memang telah memiliki rencana untuk mengganti Hendarman Supandji dalam waktu dekat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua MK Mahfud MD menyatakan, sejak pukul 14.35 WIB hari ini Hendarman resmi tidak berhak menjabat sebagai Jaksa Agung. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa masa bakti Jaksa Agung berakhir seiring habisnya masa jabatan presiden.

Itu artinya jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandji berakhir sejak putusan tersebut dibacakan.

Meski sudah menjadi keputusan MK, Sudi menolak Hendarman harus mundur pada hari ini, karena menurutnya hanya Presiden yang memiliki hak untuk menurunkan Hendarman.

Di samping itu dia berpendapat, MK ‘tidak perlu repot-repot’ menghentikan masa tugas sang Jaksa Nomor Satu di negeri ini. Karena Presiden jauh hari sebelumnya sudah memiliki rencana untuk segera mengganti Hendarman.

“Perencanaan (untuk mengganti Hendarman) memang sudah ada dalam waktu dekat. Dan presiden pun sudah berulang kali juga menyampaikan, bahkan di sidang kabinet pun rekan-rekan wartawan sudah dapatkan informasi bahwa Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri, dalam waktu dekat akan diganti,” terang Sudi, Rabu (18/10).

Sedangkan untuk siapa pengganti Hendarman, Sudi menuturkan bahwa SBY saat ini tengah menggodok dari sejumlah opsi yang ada. Dia juga belum bisa membocorkan apakah SBY akan memilih Jaksa Agung baru dari kalangan internal mau pun eksternal.

“Begini, usulan-usulan itu banyak sekali, aspirasi dari mana-mana datang kepada Presiden. Tentu itu hak preogratif Presiden. Presiden yang menilai karena Undang-undangnya maupun yang saya jelaskan tadi, Presiden punya hak seperti itu.”

dtc/nad

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…