Rabu, 22 September 2010 09:35 WIB News Share :

Lily Wahid ancam ambil alih PKB dari Muhaimin

Jakarta–Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Chadidjah Wahid mendesak Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar untuk melaksanakan muktamar tahun ini.

Kalau tidak segera melaksanakan Muktamar tahun ini, dirinya mengancam akan mengambil alih PKB dari tangan Muhaimin Iskandar.

“Kita lihat saja 2010 ini. Kalau tidak ada perubahan, saya akan memobilisasi massa untuk mengambil alih PKB,” kata Lily, di Jakarta, Rabu (22/9).

Menurut adik kandung pendiri PKB KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur itu, produk muktamar Ancol tidak mencantumkan bahwa muktamar harus dilakukan pada tahun 2013.

“Muhaimin hanya meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM bahwa periodesasinya sampai tahun 2013. Sementara produk Muktamar Ancol, tidak sama sekali menyebutkan bahwa muktamar harus dilakukan tahun 2013, tapi tahun 2010 ini,” kata Lily.

Menurutnya, bila PKB tak segera menggelar muktamar, PKB akan menjadi partai paling sial karena bisa dipastikan tak akan lolos ‘parliamentary treshold’ (PT) meskipun dinaikkan menjadi 3 persen.

“Dosa Muhaimin¬† kepada partai adalah mengulur-ulur muktamar partai tahun 2013, ancamannya adalah PKB bubar. Itu dosa yang gak ada ampunannya serta kader PKB seluruh tanah air akan mengutuk Muhaimin,” katanya.

Ia menyarankan agar Muhaimin melepaskan urusan partai dan lebih mengurus negara ini, terutama soal tenaga kerja yang ada di luar negeri, terutama di Malaysia.

“Perbaiki kinerja sebagai menteri, berantakan semua soal TKI karena gak ada yang melindungi. Tolong masalah itu dibereskan dulu. Itu tanggung jawab dia kepada rakyat daripada kepada partai. Lepaskan jabatan Ketua Umum, urus negara dan laksanakan muktamar 2010, itu baru fair,” kata Lily Wahid.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…