Rabu, 22 September 2010 19:07 WIB Boyolali Share :

Layanan hotline bupati peroleh respons

Boyolali (Espos)–Layanan hotline short message service (SMS) bupati yang dibuka Pemkab Boyolali memperoleh respons positif dari sejumlah kalangan.
Sejak dibuka sekitar 10 hari lalu, sebanyak 126 SMS masuk ke layanan hotline bupati.

Kabag Humas Informatika dan Protokol Setda Boyolali, Rita Puspitasari mengatakan seluruh SMS yang masuk ke server itu dipilah-pilah di Sub Bagian Informatika ke dalam delapan klasifikasi, yakni infrastruktur, kepegawaian, pemerintahan desa, aset daerah, tenaga kerja, perekonomian dan lain-lain. “Dari klasifikasi yang ada itu, ternyata pembangunan infrastruktur menduduki peringkat atas dari klasifikasi yang ada,” ujarnya kepada wartawan di Pemkab, Rabu (22/9).

Ditambahkan Rita, dari SMS yang masuk sejumlah warga meminta agar Pemkab bisa segera menyelesaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan. Hal itu diharapkan agar kegiatan ekonomi masyarakat bisa lancar.
Rita menjelaskan dari semua SMS yang masuk diseleksi sesuai dengan klasifikasi yang ada dan langsung dijawab.

Namun jawaban lengkap akan dibahas terlebih dahulu secara mendalam oleh Bupati Seno Samodro. “Kalau terkait kebijakan Pemkab, Bupati bisa langsung menjawab. Namun jika terkait dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka pertanyaan akan diteruskan terlebih dahulu ke SKPD yang bersangkutan,” tandas dia.

Pihak Pemkab, jelas Rita, juga akan terus melakukan sosialisasi nomor hotline SMS 081 393 499 911 agar lebih dikenal masyarakat. “Dengan adanya hotline SMS ini sangat menguntungkan Pemkab dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan,” pungkas dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…