Rabu, 22 September 2010 17:43 WIB Hukum Share :

JAT tolak dikaitkan aksi terorisme

Solo (Espos)–Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) menolak keras dikaitkan dengan aksi terorisme dan perampokan di Sumut belum lama ini. Di sisi lain, JAT mendesak seluruh pihak untuk tidak melontarkan tuduhan yang bersifat fitnah sekaligus menerabas asas praduga tak bersalah.

Demikian ditegaskan Amir Biniyabah, Ustadz Muhammad Achwan di hadapan wartawan di kantor JAT Cemani, Sukoharjo, Rabu (22/9). Sejauh ini, JAT berkomitmen menjaga prinsip garis perjuangan yang terbuka. Dengan demikian, dalam setiap tindakannya tidak ada yang bersifat rahasia.

“JAT selalu menjaga kepentingan bersama. Kami mengingatkan semua pihak demi kebaikan semua lapisan masyarakat untuk tidak melibatkan diri dalam meyudutkan islam,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ke depan JAT akan berpasrah diri dan bergantung diri kepada Alloh SWT. Berbagai upaya rekayasa dan pemaksaan terhadap sesuatu kasus perlu dihindari. Mestinya, segala upaya untuk mengkait-kaitkan segala sesuatu yang tidak benar perlu dihindari. Di mana, hal tersebut bermuara menjadikan kaum muslimin sebagai pesakitan

“JAT menilai kasus perampokan yang terjadi di Medan adalah murni kriminal. Kami pun mengharamkan aksi perampokan itu. Sekali lagi kami tegaskan di sini, JAT tidak ada hubungannya dengan aksi terorisme ataupun kriminilitas yang lain,” ulas dia.

pso

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…