Selasa, 21 September 2010 12:27 WIB Internasional Share :

Seorang pria bunuh diri di depan rumah PM Pakistan

Islamabad–Tak kuat menanggung beban hidup, seorang ayah lima anak bunuh diri. Pria pengangguran yang kehilangan rumahnya akibat banjir di Pakistan itu nekat membakar dirinya di depan rumah Perdana Menteri (PM) Pakistan Yusuf Raza Gilani.

Mohammad Akram membakar diri dengan disaksikan puluhan orang di depan kediaman keluarga Gilani di Kota Multan, Pakistan timur pada Minggu (19/9) waktu setempat. Akram yang berumur 30 tahun itu mengalami luka-luka bakar sangat parah hingga akhirnya meninggal.

“Dia menderita luka-luka bakar 90 persen dan hari ini dia meninggal di rumah sakit meskipun para dokter telah mengupayakan yang terbaik untuk menyelamatkan dia,” kata perwira polisi Rizwan Khan kepada kantor berita Reuters, Selasa (21/9).

Akram tinggal di Kota Jampur, sekitar 60 kilometer barat daya Multan. Kota itu rusak parah diterjang banjir. Menurut Mohammad Asif, saudara laki-laki Akram, pria itu telah beberapa bulan ini mencari-cari pekerjaan namun tak kunjung mendapatkannya.

Banjir dahsyat yang melanda Pakistan beberapa waktu lalu telah menyebabkan sekitar 10 juta orang kehilangan tempat tinggal. Banjir tersebut merupakan bencana alam terburuk di Pakistan. Rakyat merasakan kemarahan terhadap pemerintah Pakistan karena dianggap lamban memberikan respons.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…