Selasa, 21 September 2010 13:02 WIB News Share :

SBY belum kirim calon Kapolri ke DPR

Jakarta–Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga hari ini belum juga menerima nama calon Kapolri yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama yang sudah masuk baru calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Panglima TNI.

Surat calon pimpinan KPK dan Panglima TNI dari Presiden SBY itu dibacakan Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat memimpin sidang paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9).

Paripurna yang berisi dua agenda itu diawali dengan pembacaan surat-surat yang masuk ke DPR. Termasuk surat dari Presiden SBY.

“Pimpinan membacarakan surat yang masuk. Antara lain soal calon pengganti pimpinan KPK dan calon Panglima TNI,” kata Pramono Anung di hadapan sidang paripurna.

Dua calon pimpinan KPK hasil uji yang dilakukan Panitia Seleksi yakni Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto. Sedangkan, nama calon Panglima TNI adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono.

Tetapi, di hadapan sidang paripurna itu tidak dibacakan adanya surat dari Presiden tentang nama calon Kapolri. Presiden belum juga mengirimkan nama calon kuat Kapolri yang akan mengganti Bambang Hendarso Danuri yang pensiun bulan depan.

Mabes Polri sudah mengajukan dua nama calon Kapolri kepada Presiden. Saat ini, dua nama yang santer disebut-sebut sebagai calon kuat itu adalah Kepala Inspektur Pengawasan Umum Komisaris Jenderal Nanan Soekarna dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo yang baru diangkat menjadi bintang tiga.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…