Selasa, 21 September 2010 17:35 WIB Wonogiri Share :

PPL Pilkada se-Kecamatan Wonogiri tahan LPj

Wonogiri (Espos)–Protes belum cairnya honor, Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Pilkada dari 15 desa/kelurahan di Kecamatan Wonogiri sepakat menahan laporan pertanggungjawaban (LPj) pekerjaan mereka, yang seharusnya diserahkan ke Panwas kabupaten, besok Rabu (22/9).

Pantauan Espos, Selasa (21/9) pagi, 15 PPL itu mendatangi kantor sekretariat Panwascam yang terletak di kompleks Kantor Kecamatan Wonogiri. Mereka menuntut kejelasan soal honor mereka yang belum cair sepeserpun padahal mereka sudah melaksanakan kewajiban.

PPL Kelurahan Wuryorejo, Yudia, kepada Espos mengatakan honor sebagai PPL memang tidak besar. Namun, bukan besar kecilnya honor itu yang ia dan rekan-rekannya permasalahkan.

“Bagaimana pun itu adalah hak kami. Sejak dilantik pada awal Agustus lalu, kami belum sekalipun menerima honor. Padahal, kami sudah melakukan kewajiban kami sampai pada pembuatan LPj dan semua itu butuh biaya,” kata Yudia.

Hal senada disampaikan PPL Desa Bulusulur, Jaino. Dia mengatakan beberapa kali menjadi PPL, baru kali ini honornya terlambat. “Biasanya honor itu sebagian cair di muka sebagai uang saku untuk bekerja. Tapi ini, sampai Pilkada lewat honor itu belum cair sepeserpun,” ujarnya.

Ketua Panwascam Wonogiri, Yasir Anton Prayogo, yang langsung melakukan klarifikasi ke Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) mengatakan mendapat informasi bahwa pencairan honor Panwas itu saat ini sedang dalam proses di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

“Saya juga mendapat informasi bahwa Kesbangpolinmas baru mendapat pengajuan dari Panwas kabupaten pada 15 September. Nilai yang diajukan Rp 747.665.000. Dana untuk Panwas ini kan termasuk hibah jadi pencairannya harus mengantre,” jelas Anton. Dia juga mengaku diberi informasi kemungkinan baru bisa cair pekan depan atau awal Oktober.

shs

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…