Selasa, 21 September 2010 17:31 WIB News Share :

Nama tugu diganti, AM UIS tetap menolak

Salatiga (Espos)–Perubahan nama tugu yang akan dibangun Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo, dari Tri Gosti (Tri Gostya) menjadi Tamansari ternyata tak meredam aksi penolakan dari Angkatan Muda Umat Islam Salatiga (AM UIS).

Bahkan, AM UIS semakin terpompa untuk segera menggalang dukungan dan memobilisasi massa untuk menolak rencana tersebut menyusul anggaran yang dianggarkan untuk membangun tugu itu membengkak menjadi Rp3,2 miliar dari Rp 2,8 miliar.

“Apapun namanya kami tetap menolak. Apalagi dengan anggaran yang fantastis itu tambah menguatkan kami memobilisasi masyarakat untuk menolak,” tegas Ketua AM UIS, R Utomo, saat dihubungi Espos, Selasa (21/9).

Ia mengatakan bahwa langkah Walikota yang bersikeras membangujn tugu miliaran rupiah, sementara pembangunan Pasar Rejosari dan Mesjid Raya Daarul Amal tak jelas kelanjutannya menunjukkan tidak adanya keberpihakan terhadap masyarakat. Menurutnya, dari pada membangun tugu yang tidak bermanfaat lebih anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan dua proyek pembangunan yang lebih dulu dikerjakan dan lebih jelas manfaatnya di masyarakat.
“Jika Walikota ingin mengakhir masa jabatannya yang hanya 8-9 bulan lagi ini dengan simpatik maka ia harus mengurungkan niatnya itu,” sambungnya.

AM UIS, lanjutnya, dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Walikota sekaligus menyatakan penolakannya secara langsung. Mobilisasi masyarakat akan dilakukan dengan cara menyebarkan pesan singkat (SMS) kepada warga. Dan warga yang menerima SMS itu diminta untuk menyebarkan ke warga lain.

Sebelumnya diberitakan, Walikota memastikan rencana akan terus berjalan kendati mendapat pertentangan. Nama Tri Gosti yang awalnya akan dijadikan nama tugu, diganti menjadi Tamansari untuk meredam gejolak di masyarakat, khususnya di kalangan umat muslim Salatiga.

kha

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…