Selasa, 21 September 2010 13:14 WIB News Share :

Menakertrans
TKI jangan dulu ke Malaysia

Denpasar–Seluruh calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak mengadu nasib di Malaysia, Kuwait dan Yordania, diminta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar agar menangguhkan rencana mereka sampai pemerintah ketiga negara itu mampu melindungi TKI.

Permintaan itu disampaikan Muhaimin Iskandar di Denpasar, Bali, menjawab pertanyaan wartawan tentang langkah pemerintah berkaitan dengan kasus penganiayaan TKI, Winfaedah, di Malaysia 13 September lalu.

Ditemui seusai menghadiri acara pembukaan Kongres Regional Asia ILERA ke-tujuh yang berlangsung di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuta, Bali, itu, ia mengatakan, kasus kekerasan terbaru yang dialami TKI di Malaysia tersebut kembali menjadi bukti rentannya TKI yang berangkat tanpa dokumen resmi yang lengkap.

“Jadi jangan berangkat ke Malaysia dulu sampai ada perlindungan yang jelas,” katanya.

Selain Malaysia, dua negara tujuan TKI yang juga harus dihindari para calon TKI sampai adanya kepastian perlindungan terhadap mereka yang khususnya bekerja di “sektor domestik” adalah Kuwait dan Yordania, katanya.

Para TKI juga diminta senantiasa berkoordinasi dengan kedutaan besar RI maupun kantor-kantor perwakilan RI lainnya di negara di mana mereka bekerja, katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…