Selasa, 21 September 2010 15:34 WIB Internasional Share :

Israel ajak Palestina untuk kompromi

Yerusalem–Pemerintah Israel dan Palestina telah memulai kembali perundingan damai. Namun proses itu terancam terganggu dengan segera berakhirnya penghentian pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Menurut Deputi Perdana Menteri Israel Dan Meridor, satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan seputar berakhirnya pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi adalah kompromi.

Kepada para wartawan, Meridor mengatakan, dirinya berharap kedua pihak bisa melakukan kompromi sehingga bisa terus melakukan negosiasi meski berakhirnya pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

“Jika mereka menolak kompromi, itu pertanda buruk,” kata Meridor pada konferensi pers di Yerusalem seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/9).

Pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi akan berakhir pada akhir bulan ini. Pemerintah Israel telah menolak untuk memperpanjang pembekuan pembangunan selama 10 bulan itu. Buntutnya, pemerintah Palestina pun mengancam akan menghentikan negosiasi damai dengan Israel jika pembangunan pemukiman Yahudi kembali dilanjutkan.

Sebelumnya Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan, dirinya tak akan melanjutkan negosiasi damai jika Israel melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Pemerintah Israel dan Palestina telah memulai kembali pembicaraan damai pada 2 September lalu. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih itu diprakarsai oleh Presiden AS Barack Obama.

dtc/nad

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…