Selasa, 21 September 2010 10:04 WIB Ekonomi Share :

GWM Naik, BI yakin likuiditas cukup

Jakarta–Kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 8% diyakini Bank Indonesia (BI) tak akan mengakibatkan keketatan llikuiditas. Bank Sentral yakin kredit perbankan masih dapat tumbuh hingga 40% meski dengan kebijakan itu.

Demikian diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin malam (20/09/2010).

“Tidak akan ada keketatan likuiditas. Kalau ditanyakan kemampuan perbankan menyalurkan kredit dengan adanya kenaikan GWM, untuk capai kenaikan kredit 35-40% pun, likuiditas masih cukup,” ungkap Gubernur BI Darmin Nasution dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (20/9) malam, di Jakarta.

Darmin menambahkan bank sentral melihat ada kelebihan likuiditas besar di pasar. Sehingga dalam situasi tekanan inflasi yang sudah muncul, kelebihan likuiditas tersebut bisa berperan mendorong inflasi. “Karena itu kenaikkan GWM dari 5% ke 8% itu salah satu cara mengurangi likuiditas,” jelasnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…