Selasa, 21 September 2010 00:44 WIB Pendidikan Share :

Djoko tereliminasi, Furqon memimpin

Solo (Espos)--Calon rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd, memimpin perolehan suara penjaringan calon rektor UNS periode 2011-2015, Senin (20/9), dengan 8.109 suara atau 55,51% dari total suara sah 14.608.

Sementara calon rektor lainnya, Dr Djoko Santoso TH MPd, tereliminasi dari pencalonan karena memperoleh suara paling sedikit, yaitu 73 suara.

Ketua Panitia Persiapan Pemilihan Calon Pimpinan Universitas (P3CPU) UNS, Prof Dr Joko Nurkamto MPd, menjelaskan berdasarkan tabulasi penghitungan cepat suara penjaringan calon rektor UNS, setelah Furqon perolehan suara terbanyak selanjutnya adalah  Prof Dr Ravik Karsidi MS dengan 2.156 suara, Prof Dr Adi Sulistiyono SH Mh dengan 1.999 suara, Prof Dr Ir Sholahuddin MS dengan 752 suara, Dr Ir Mamok Soeprapto MEng 499 suara, Prof Drs Suranto MSc PhD 399 suara, Prof Dr Andrik Purwasito DEA 318 suara, Dr Asri Laksmi Riani MS 176 suara, Dr Peduk Rintayati MPd 127 suara, Dr Djoko Santoso Th MPd 73 suara.

Sembilan calon dengan suara terbanyak, ungkapnya, akan menjalani pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun mental, di RSUD dr Moewardi Solo. Jika dinyatakan sehat, mereka akan melaju ke tahap pemilihan selanjutnya oleh senat.

Sementara Djoko yang memperoleh suara paling sedikit, tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya.

Dari data tersebut, kata Joko, jumlah kertas suara yang sah dari kalangan dosen sebanyak 1.175 dari total dosen yang mempunyai hak suara sebanyak 1.588, suara sah dari karyawan sebanyak 1.060 dari total karyawan 1.114 orang, suara sah dari mahasiswa sebanyak 12.373 dari total jumlah mahasiswa sekitar 33.000 orang.

ewt

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…