Selasa, 21 September 2010 16:06 WIB Solo Share :

BST masih minim peminat

Solo (Espos)–Alat transportasi massal Batik Solo Trans (BST) yang belum lama ini telah diujicobakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, diakui masih minim peminat.

Pengoperasian BST yang belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana, serta fasilitas BST yang memadai, diakui menjadi beberapa faktor penyebabnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengemukakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan evaluasi terkait pengoperasian BST.

Pihaknya tidak menampik ada banyak kendala yang ditemui, baik teknis maupun nonteknis. “Sosialisasi tentang BST masih terus kami lakukan, menyusul rencana peluncuran secara resmi BST yang belum dapat terlaksana dalam waktu dekat ini karena masih ada beberapa kendala,” ungkap Yosca ketika ditemui wartawan di Kantor Dishub setempat, Selasa (21/9).

Terkait kelengkapan sarana, prasarana dan fasilitas BST tersebut, Yosca mentargetkan dapat memenuhinya dalam kurun waktu sebulan ke depan. Termasuk di antaranya adalah sistem smart card, sistem bus priority, dan fasilitas untuk kaum difabel. Senada dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Sri Baskoro  saat ditemui secara terpisah di Balaikota Solo, Senin (20/9). Diakui Baskoro, masih minimnya peminat BST diduga karena saat ini pengoperasian BST sendiri masih dalam tahap uji coba.

sry

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…