Senin, 20 September 2010 16:45 WIB Hukum Share :

Walikota Bekasi disebut ikut suap auditor BPK

Jakarta–Walikota Bekasi, Mochtar Muhammad, disebut ikut menyuap dua pemeriksa BPK, Suharto dan Enang Hernawan. Uang Rp 400 juta diberikan ke dua orang itu agar laporan keuangan Bekasi 2009 jadi Wajar Tanpa Pengecualian.

“Menerima hadiah atau janji yaitu menerima uang sebesar Rp 400 juta,” terang penuntut umum, Rudi Margono, saat membacakan dakwaan Suharto dan Enang di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (20/9).

Selain Mochtar, Sekda Bekasi Tjandra Utama Effendi, Kepala Inspektorat Bekasi Herry Lukmantohari, serta Kabid Aset dan Akuntansi Dinas PPKAD Bekasi, Herry Suparjan, disebut ikut turut serta memberikan dana itu. “Padahal diketahui hadiah itu diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” papar Rudi.

Perbuatan Suharto dan Enang bertentangan dengan PP No 30/1980 serta Peraturan BPK No 2/2007 pasal 7 ayat 2 huruf a dan b. Suharto dan Enang dijerat pasal 12 huruf a jo pasal 18 dan pasal 11 jo pasal 18 UU No 31/1999 yang telah diubah jadi UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…