Senin, 20 September 2010 16:48 WIB Boyolali Share :

Wabup
Petani harus ubah pola tanam cegah serangan hama

Boyolali (Espos)–Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Agus Purmanto mengatakan saat ini para petani perlu mengubah pola tanam yang selama ini dilakukan dari pola padi-padi-padi menjadi padi-padi-palawija.

“Perubahan pola tanam itu dilakukan untuk memutus mata rantai serangan hama wereng coklat yang ada,” ujarnya seusai melakukan panen raya jagung pasca serangan hama wereng di Desa Trayu, Banyudono, Senin (20/9).

Selain jagung, jelas Wabup, palawija seperti kedelai memang masih memiliki peluang pasar yang luas. Hal itu diketahui saat ini Indonesia masih mengimpor kedelai. Wabup menambahkan dampak serangan hama wereng coklat ini membuat luas lahan yang mengalami gagal panen di Boyolali 867 hektare (Ha) yang tersebar di lima kecamatan.

Sementara, Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng Ir Sukasdi mengatakan selama ini pola tanam petani yang terus menerus padi membuat petani tidak bisa memutus mata rantai serangan hama wereng coklat.  Hal itu perlu ada koordinasi antara instansi terkait dalam menyosialisasikan pola tanam yang baru itu.

fid

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…