Senin, 20 September 2010 22:44 WIB Boyolali Share :

Selesaikan persoalan ganti rugi di WKO

Boyolali (Espos)–Tingginya elevasi air Waduk Kedung Ombo (WKO) yang mengakibatkan terendamnya rumah warga diharapkan bisa menjadi titik tolak dalam menuntaskan persoalan ganti rugi masyarakat di sekitar WKO. Warga dan pemerintah bisa duduk bersama dalam menyelesaikan permasalahan yang hingga saat ini belum tuntas.

“Perlu ada niat baik dari kedua belah pihak agar permasalahan yang terkatung-katung itu bisa selesai,” ujar mantan Camat Kemusu Luwarno kepada wartawan di Boyolali, Senin (20/9).

Luwarno mengatakan pembangunan WKO yang dilakukan sejak tahun 1986 itu masih menyisakan persoalan hingga sekarang. Selain masih terdapat sekitar 685 KK yang belum mau pindah dari kawasan sabuk hijau atau green belt, juga kehidupan masyarakat yang kondisinya serba kekurangan dan minimnya infrastruktur yang ada.

“Jika berlarut-larut kondisinya dikhawatirkan akan semakin parah. Pasalnya, dikhawatirkan ada rumah yang tenggelam,” tandas dia.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan pihaknya optimistis persoalan WKO bisa tuntas. Beberapa waktu lalu, jelas Bupati, sejumlah perwakilan warga menemui dirinya untuk menyampaikan aspirasi, termasuk keinginan dari warga di kawasan sabuk hijau untuk mendapatkan perhatian, terutama bantuan untuk membenahi infrastruktur jalan maupun rehab rumah warga.

“Tetapi hal itu terkendala karena mereka berada di kawasan terlarang untuk permukiman,” ujar Bupati kepada wartawan di Pemkab, Senin.

Ditambahkan Bupati, Pemkab siap membantu warga yang tinggal di kawasan sabuk hijau. Namun, syaratnya juga harus bersedia pindah ke lahan relokasi yang telah disiapkan.

“Saya siap membantu. Tetapi mereka (warga-red) juga harus mau dipindah. Ibaratnya saya membantu satu zak semen di permukiman, jelas saya nanti disalahkan, karena sabuk hijau kan kawasan terlarang untuk permukiman,” tandas Bupati.

fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…