Senin, 20 September 2010 13:28 WIB News Share :

Puluhan gajah liar mengamuk di Riau

Pekanbaru–Kelompok gajah liar kembali mengamuk di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. Akibatnya puluhan hektar perkebunan kelapa sawit milik masyarakat porak-poranda.

Masyarakat Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, dalam sepekan ini resah dengan masuknya kelompok gajar liar ke perladangan milik masyarakat. Gajah liar itu jumlahnya mencapai 20 ekor yang saban masuk keperkebunan milik masyarakat.

“Gajah liar sudah merusak perkebunan kelapa sawit kami. Pohon sawit yang baru berusia tiga tahun kondisinya rusak berat karena dicabut gajah. Ini sangat merugikan masyarakat. Ini ancaman serius bagi petani sawit,” kata Himawan ,45, warga Desa Pauh Ranap Senin (20/9/).

Warga desa sudah berusaha untuk mengusir kelompok gajah liar ini dengan cara tradisional dengan suara meriam bambu. Ini dimungkinkan karena gajah sering bertemu dengan manusia, sehingga suara meriam bambu tidak menakutkan buat gajah liar itu.

“Kita sudah mengusir gajah itu, tapi tetap saja tidak beranjak. Malah gajah ini dengan santai merusak tanaman kelapa sawit kita. Kalau pemerintah tidak segera mengatasi masalah ini, maka konflik antara gajah dengan masyarakat akan terjadi,” kata Bagus warga lainnya.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…