Senin, 20 September 2010 08:19 WIB Internasional Share :

Malaysia percepat investigasi pemerkosaan TKI

Penang–Kepala Kepolisian Penang, Malaysia, Datuk Ayub Yaakob, mengharapkan kasus penganiayaan pembantu rumah tangga asal Indonesia tidak menjadi isu panas di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, polisi Malaysia ingin mempercepat proses investigasi kasus itu. Kepolisian Malaysia, seperti dikutip Bernama, Minggu (19/9), menangkap pasangan suami-istri yang diduga menganiaya pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Menurut Datuk Ayub, pokisi masih membutuhkan keterangan dari korban maupun para tersangka.  Korban, berinisial WF, yang diduga diperkosa dan dianiaya berkali-kali mengaku lega mengetahui majikan jahatnya sudah ditangkap polisi. Ia mendapat informasi tersebut dari Konsul Jenderal Indonesia untuk Penang, Chilman Arisman.

Kini korban yang berusia 26 tahun sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Penang.  “Dia senang karena merasa rasa keadilannya terpenuhi. Saya bisa merasakan antusiasmenya selama perbincangan … selalu menanyakan tentang penangkapan itu,” kata Chilman sperti dimuat New Straits Times, Minggu (19/9).

WF kini ditempatkan di ruang isolasi dan hanya segelintir orang, termasuk polisi dan staf konsulat, yang diperbolehkan menjenguk. Para jurnalis dilarang keras mendekat.

Menurut Chilman, WF secara perlahan mulai sembuh dari trauma psikologi dan luka fisik. Pihak konsulat, kata dia, ikut membantu polisi mencari tahu data pribadi WF. Sebab ia ditemukan tak berdaya tanpa dokumen.

WF yang berasal dari Jawa Timur ditemukan  di pinggir jalan di Nibong Tebal pada hari Minggu dengan darah menetes dari luka-lukanya. Selain itu, Ada luka setrikaan panas di payudaranya, sementara di tubuhnya ditemukan luka bekas tersiram air mendidih.

Tak hanya itu, di kepala WF ada luka pukulan benda tumpul, tubuhnya dicambuki dengan ikat pinggang. Perempuan malang itu juga menjadi budak seks majikannya.

Menurut keterangan korban, ia dianiaya sejak Mei lalu. Datuk Ayub Yaakob juga menjenguk WF di rumah sakit.  Korban yang tabah terlihat meneteskan air mata ketika Ayub menghibur dan menasehatinya agar tabah menghadapi cobaan berat ini.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…