Senin, 20 September 2010 10:15 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa ITATS bentrok dengan preman

Surabaya–Bentrok mahasiswa dan sekelompok orang diduga preman terjadi di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).  Bentrokan dipicu keinginan mahasiwa untuk mengusir puluhan preman menduduki kampus sejak, Sabtu (18/9).

Dari pengamatan di lapangan, Senin (20/9), para mahasiswa yang berkeinginan untuk berkuliah ,namun dihalangi dengan kehadiran preman yang berkumpul di masjid kampus di luar pagar kampus. Saat mahasiwa sudah banyak berkumpul, mereka masuk ke kampus untuk berorasi dan mengusir para preman melalui pintu belakang.

Namun saat masuk, mereka dihalangi preman yang berseragam sekuriti. Bentrok pertama terjadi. Para sekuriti terdesak masuk ke kampus. Bentrok kedua terjadi di halaman belakang kampus karena para preman menolak diusir.

Awalnya, mahasiswa mundur karena melihat para preman itu mencoba mencabut sajam dari pinggang mereka. Mahasiswa mundur sambil mengambil ‘senjata’ berupa kayu, batu dan batu paving. Bentrok kedua ini akhirnya ‘dimenangkan’ mahasiswa setelah para preman yang kalah jumlah itu diserbu lemparan batu.

Para preman yang terdesak masuk ke gedung A. Mahasiswa yang belum puas masuk, mengejar dan terus berusaha mengusir para preman keluar kampus. Bentrokan kembali terjadi.  Polisi dari Polsek Sukolilo dan Polrestabes Surabaya nampak kewalahan mengatasi bentrokan tersebut. Akhirnya para preman dapat diusir keluar. Polisi juga berusaha mengusir para preman keluar kampus agar bentrokan tidak lagi terjadi.

“Ini masih status quo. Zikri masih digugat. Siapa yang sah masih belum tahu,” kata Ketua Paguyuban Karyawan dan Dosen (PKD), Syamsul Arifin.

Hingga pukul 09.30 WIB, para mahasiswa masih berjaga di dalam kampus. Polisi juga terus berjaga baik di dalam dan luar kampus. Sementara para preman terlihat masih berdiri di luar pintu gerbang kampus.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…