Senin, 20 September 2010 14:18 WIB News Share :

Layanan mudik gratis turunkan angka kecelakaan

Jakarta--Data Kementerian Perhubungan dari H-7 sampai H+7, mengungkapkan adanya penurunan jumlah kecelakaan yang dialami pemudik tahun ini.

Hal ini disebabkan banyaknya layanan mudik gratis yang disediakan perusahaan-perusahaan.

“Berdasarkan data dari Polda terhitung dari H-7 sampai H+7, kecelakaan terjadi sebanyak 1.397, dan jumlah ini berkurang karena banyaknya pemudik motor yang beralih menggunakan layanan bus gratis yang disediakan pihak swasta maupun pemerintah,” kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi dalam jumpa pers di Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/9).

Jumlah kecelakaan tahun 2010 lebih rendah dari tahun 2009 yang mencapai 1.646 kecelakaan dengan perincian meninggal 702 orang, luka berat 800 orang lebih, sedangkan luka ringan 1.067 orang.

Meskipun dari jumlah menurun, Freddy mengatakan dia akan tetap berusaha agar di tahun yang akan datang angka kecelakaan akan menurun lagi.

“Kecelakaan tidak dapat dihindari, tapi ke depan kita akan tetap lakukan perbaikan agar angka kecelakaan dapat lebih ditekan. Caranya dengan memperbaiki transportasi dan kondisi jalan,” tambahnya.

Dari total 1.397 kecelakaan yang terjadi selama musim lebaran ini, Freddy mengatakan pemudik dengan motorlah yang paling banyak menjadi korban. Namun, berapa jumlah pastinya dia mengaku belum tahu.

“Yang jelas pengguna motor tahun ini menurun, tapi dari angka kecelakaannya paling banyak motor. Tapi rincinya saya belum tahu berapa,” imbuh pria berkacamata ini.

Pihak Ditlantas Polri yang turut hadir dalam acara ini menambahkan, kecelakaan motor mencapai 76 persen dari total 1.397 kecelakaan tahun ini. Namun untuk korban meninggal, jumlahnya turun separuh dari tahun lalu.

“Untuk motor jumlahnya 76 persen. Tapi untuk yang meningal turun 50 persen dari tahun lalu,” ujar Wakil Dirlantas Polri Kombes Pol Didik Purnomo.

Kecelakaan itu menurut Didik, paling banyak terjadi di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun sayangnya, dia tidak memperinci seberapa banyak jumlah kecelakaan motor tahun ini.

Didik juga menjelaskan, selama musim mudik ini, polisi juga telah melakukan 38.000 penindakan kepada para pemudik. Tindakan itu dikarenakan, adanya pemudik motor yang berpenumpang lebih dari dua orang, menambah beban atau tidak menggunakan helm.

“Dari 38.000 itu, 33.000 kita tilang dan sisanya teguran. Itu kita lakukan demi mengurangi angka kecelakaan,” tutupnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…