Senin, 20 September 2010 11:48 WIB News Share :

Ketua Yayasan ITATS enggan diajak dialog mahasiswa

Surabaya–Keinginan mahasiswa berdialog mengenai konflik yayasan ITATS tidak ditanggapi Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya (YPTS), Abdul Zikri. Pria berkacamata tersebut hanya diam berdiri mematung di pojok ruang lobi gedung rektorat A.

“Kalau situasinya tidak kondusif seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Zikri kepada wartawan di ruang lobi gedung rektorat A, Senin (20/9). Sementara mahasiswa yang menginginkan pertemuan terus mendesak Zikri agar bisa diajak berdialog. Para mahasiswa sudah menyediakan ruang 409 untuk keperluan itu. Tetapi Zikri bergeming.

“Kami tidak tahu bapak salah atau tidak. Tetapi dari sikap bapak semua orang sudah
tahu. Kami ini sudah menunggu lama,” teriak mahasiswa dalam orasinya.

Zikri dan para koleganya mendapat pengawalan ketat dari polisi. Polisi khawatir mahasiswa emosi dan main hakim sendiri karena keinginan Zikri yang enggan diajak berdialog.

Sebelumnya pagi tadi sempat terjadi aksi lempar batu oleh mahasiswa yang dihalang-halangi masuk oleh beberapa preman yang berjaga di depan kampus.

Diberitakan sebelumnya, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) terus dirundung masalah. Rektor ITATS dan Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya (YPTS) berseteru dan saling melaporkan ke polisi.

Rektor ITATS Ir Hadi Setiyawan dilaporkan oleh Ketua YPTS Abdul Zikri diduga menggelapkan dana SPP senilai Rp 3 miliar ke Polda Jatim. Rupanya gugatan pihak yayasan dimenangkan di pengadilan dan memicu kemarahan karyawan ITATS.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…