Senin, 20 September 2010 19:53 WIB News Share :

Kapolri
Densus 88 sudah bekerja keras, jangan dituduh aneh-aneh

Jakarta –– Densus 88 sudah bekerja keras menangkap teroris yang berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga. Kerja keras Densus 88 tersebut jangan dinilai miring dan aneh-aneh.

“Mohon dapat dipahami, ini bukan untuk kepentingan siapa pun, tapi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Jangan sampai anak-anak kami yang susah bekerja dituduh aneh-aneh, mereka tidak kenal lelah,” tegas Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Hal itu dikatakan BHD saat jumpa pers di Mapolda Sumatera Utara, Senin (20/9). Kapolri dalam kesempatan itu pun sempat curhat jajaran Densus 88 yang mengorbankan kepentingan keluarga demi tugas negara.

“Mereka tidak kenal Lebaran. Wakadensus ibunya meninggal di Muaro Bungo Jambi 3 hari, langsung bergabung lagi. Kombes Edi istrinya meninggal dunia langsung beroperasi kembali untuk bergabung,” ungkap Kapolri.

Kapolri menegaskan tak ada hal yang ditutup-tutupi dalam rekayasa ini. Semuanya kasus teroris ini akan bisa diikuti

masyarakat di pengadilan. Oleh karena itu dia meminta jangan ada komentar miring terhadap Densus 88.

“Jangan ada komentar-komentar miring yang selalu hujat Kepolisian Negara Republik Indonesia. Saya selaku Kapolri bertanggung jawab oleh apa yang dilakukan oleh jajaran saya. Semua berujung pada proses penegakan hukum,” tegas Bambang.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…