Senin, 20 September 2010 17:23 WIB News Share :

Istri Walikota Salatiga daftar Cawali di Golkar

Salatiga (Espos)–Partai Golkar telah melakukan penjaringan bakal calon walikota (Cawali) dan wakil walikota (Cawawali) yang proses pendaftarannya dibuka sejak 4 September 2010 dan ditutup Senin (20/9) kemarin.

Sebanyak tujuh tokoh dari Parpol maupun non-Parpol yang telah mengambil formulir pendaftaran. Di antaranya adalah isteri Walikota Salatiga John Manuel Manoppo yang juga anggota DPRD Salatiga, Rosa Darwanti.

Ia mengambil formulir untuk posisi Cawali, begitu juga Wawali Diah Sunarsasi dan mantan Dirut Perusahaan Daerah Aneka Usaha Ady Soetardjo. Selama proses pendaftaran, Golkar tidak memungut biaya sepeser pun, berbeda dengan Parpol lain yang mematok biaya pendaftaran jutaan rupiah.

“DPD Golkar Salatiga meski miskin namun tidak mau meminta uang dari para pendaftar. Biaya seleksi semua ditanggung DPD. Tidak seperti partai lain yangn kaya namun masih minta uang dari pendaftar,” papar Agung Setiyono, Ketua DPD II Partai Golkar Salatiga saat ditemui Espos, di Gedung DPRD Salatiga Senin kemarin.

Ia mengaku tak ada batasan waktu bagi pendaftar untuk mengembalikan formulir pendaftaran. Setelah pendaftaran ditutup, langka selanjutnya DPD akan melakukan survei elektabilitas para pendaftar.

Agung mengatakan survei akan dilakukan oleh LSI (Lingkaran Survei Indonesia) dan lembaga survei lain yang dipimpin Teguh Yuwono, akademisi dari Universitas Diponegoro Semarang. Hasil survey ini, menurut dia, akan menjadi patokan utama siapa pasangan yang akan ditetapkan untuk diusung Golkar dalam Pilkada Salatiga 2011.

kha

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…