Senin, 20 September 2010 13:55 WIB News Share :

DPR malu IMF ingatkan RI soal korupsi

Jakarta–Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengaku kecewa dan malu diingatkan IMF bahwa korupsi menjadi musuh nomor satu perekonomian Indonesia.

Anggota Komisi XI DPR-RI Maruarar Sirait mengungkapkan perlunya dilakukan reformasi total di seluruh kementerian dan lembaga negara untuk memperbaiki citra Indonesia di mata internasional.

“Kalau saya pikir dari dulu itu memang malu dan kecewa tetapi seharusnya sudah jadi acuan untuk membuat langkah-langkah progresif,” ujar anggota Komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (20/09).

Politisi PDIP ini mengakui seluruh lembaga formal mulai DPR, kementerian, hingga lembaga negara lain yang mempunyai kekuasaan mengatur negara sudah tidak lagi bersih. Dia mengungkapkan perlunya reformasi total seluruh kementerian dan lembaga negara guna memperbaiki citra Indonesia.

“Maka diperlukan reformasi birokrasi total agar kepercayaan publik yang saat ini kurang baik kembali dan terlihat juga di mata internasional,” jelasnya.

Ia mengatakan pengawasan publik menjadi landasan yang kuat selain aparat hukum. Maruarar juga menyatakan guna reformasi diperlukan kesadaran diri setiap orang di lembaga itu. “Selain regulasi, proses rekruitmen dibenahi. Reward dan punishment jelas tertulis di awal masa jabatan,” katanya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…