Senin, 20 September 2010 13:08 WIB News Share :

Ansyaad duga penangkapan di Medan terkait perampokan & terorisme

Jakarta--Polri belum menyimpulkan penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Medan terkait perampokan Bank CIMB Niaga atau terorisme.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai menilai penangkapan itu berkaitan dengan keduanya: perampokan dan terorisme. Bila melihat polanya, kalangan teroris biasa melakukan perampokan untuk dana melakukan aksi teror.

“Ya kita tunggu saja hasilnya, sementara saya kira masalah perampokan, kemungkinan ada kaitan dengan terorisme karena kita tahu terorisme didahului dengan pengumpulan dana,” terang Ansyaad seperti dilansir detikcom, Senin (20/9).

Ansyaad menjelaskan, untuk lebih jelasnya sebaiknya menunggu investigasi yang dilakukan pihak kepolisian. Nantinya bisa terungkap bagaimana keterkaitannya.

“Kita menunggu investigasinya,” ujarnya.

Densus 88 pada Minggu (19/9) melakukan penggerebekan di Tanjung Balai dan Belawan. Sejumlah orang tewas dalam penyergapan itu. Sementara beberapa lainnya diamankan. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata laras panjang dari lokasi.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…