Senin, 20 September 2010 16:54 WIB News Share :

Anggaran pembangunan tugu jadi Rp 3,2 M

Salatiga (Espos)–Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo, mengisyaratkan akan terus melanjutkan rencananya membangun tugu di Bundaran Tamansari, kendati menuai banyak pertentangan. Terungkap pula anggaran pembangunan tugu tersebut melonjak menjadi Rp 3,2 miliar

Dalam ekspose rencana tersebut di hadapan anggota DPRD setempat, Senin (20/9),  Walikota mengungkapkan bahwa tugu yang semula akan diberi nama Tri Gosti (Tri
Gostya) akhirnya diganti menjadi Tugu Tamansari.

Ia berharap dengan perubahan nama tugu tersebut dapat meredam polemik dengan sejumlah kalangan yang menolak pembangunan tugu tersebut, khususnya kaum muslim yang diwakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) Salatiga dan Angkatan Muda Umat Islam Salatiga (AM UIS).

Walikota menganggap nama Tri Gosti-lah yang menjadi pemicu penolakan. Sedang anggaran Rp 2,8 miliar, menurutnya tidak semata-mata untuk membangun tugu. Namun juga melakukan penataan kawasan di sekitarnya termasuk pavingisasi, pembuatan dua patung, penataan pencahayaan serta penanaman kabel listrik.

Dari pemaparan Walikota, nilai anggaran yang dibutuhkan ternyata melebihi angka Rp 2,8 miliar namun mencapai Rp 3,2 miliar. Anggaran terbesar tersedot untuk pembangunan tugu yang direncanakan setinggi 30 meter, yakni Rp 989,8 juta. Pembuatan patung dan penataan pencahayaan saja masing-masing senilai Rp 600 juta dan Rp 564,5 juta.

Sementara itu, kendati ekspose itu dilakukan tidak memutuskan apakah DPRD menerima atau menolak rencana Walikota, namun bisa dilihat dengan jelas bahwa seluruh anggota DPRD tidak satu kata. Sebagian anggota Dewan dari Golkar, PDIP dan PIS cenderung menerima rencana tersebut.

Dan sebagian anggota Dewan lainnya seperti dari Demokrat, PAN, PKS dan PKPI mengutarakan keberatannya.

kha

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…