Senin, 20 September 2010 14:26 WIB News Share :

Akibat banjir, 1 desa di Cilacap terisolasi

Cilacap–Akibat jalan penghubung antardesa terendam banjir setinggi 1 meter lebih, Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terisolasi.

“Jalan sepanjang satu kilometer yang menghubungkan Desa Kalijeruk dengan Desa Kawunganten terendam banjir setinggi 100-180 sentimeter,” kata Camat Kawunganten Suranto saat memantau banjir di Desa Kalijeruk, Senin (20/9).

Menurut dia, banjir yang disebabkan luapan Sungai Cibereum juga merendam rumah milik sekitar 400 kepala keluarga di Desa Kalijeruk. Selain Kalijeruk, kata dia, banjir juga merendam sebagian rumah warga Desa Kawunganten Lor, Sarwadadi, Kawunganten, dan Bojong.

“Namun yang paling parah di Desa Kalijeruk. Akibat banjir ini, sedikitnya 600 KK dari lima desa tersebut mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Menurut dia, bantuan berupa bahan makanan dan perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah disalurkan.

Seorang warga Desa Kalijeruk RT 01 RW 01, Suparman, 42, mengatakan, ketinggian air di desanya mencapai 180 cm. Satu-satunya jalan penghubung Desa Kalijeruk dengan Desa Kawunganten Lor terendam banjir sehingga harus menyeberang dengan perahu.

Data yang dihimpun menyebutkan, banjir merendam 513 rumah dan 200 hektare sawah di Desa Rawajaya dan 213 rumah di Desa Bulaksari.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, dua desa di Kecamatan Jeruklegi, yakni Prapagan dan Jeruklegi Wetan diterjang banjir bandang sehingga mengakibatkan delapan rumah roboh, 23 rumah rusak, dan 112 rumah terendam.

ant/rif

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…