Minggu, 19 September 2010 09:47 WIB Hukum Share :

Polres Rembang tetapkan 14 tersangka pengeroyokan

Rembang–Kepolisian Resor (Polres) Rembang, Jawa Tengah,  menetapkan 14 orang dari 20 orang yang diamankan sebagai tersangka pelaku pengeroyokan yang menewaskan Saefudin, 16, warga Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori.

Kapolres Rembang AKBP Susilo Teguh Raharjo, di Rembang, Minggu (19/9), mengatakan dari 14 tersangka tersebut 10 diantaranya masih anak-anak (usia kurang dari 18 tahun).

“Sebagian besar masih belajar di bangku sekolah menengah atas dan dari 14 tersangka tersebut, satu orang bukan merupakan pemuda Desa Mojowarno Kecamatan Kaliori yakni warga Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati,” katanya.

Kapolres menyebutkan, setelah mengamankan tujuh pelaku pada Sabtu pagi (18/9), polisi akhirnya bisa mengungkap keterlibatan pelaku lain.

“Namun, kami sempat kesulitan saat melakukan negosiasi dengan keluarga tersangka yang kami jemput di rumah masing-masing pelaku yang diduga terlibat,” katanya.

Kapolres mengatakan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan luka berat dan kematian dengan ancaman pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Seperti diketahui, peritiwa pengeroyokan terjadi pada Sabtu (18/9) pukul 00.30. Awalnya, pemuda Desa Mojowarno dan pemuda Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori terlibat dalam keributan kecil karena bersenggolan saat berjoget di sebuah pertunjukan musik dangdut.

Dua puluh orang pemuda Desa Mojowarno lalu menghadang pemuda Desa Sambiyan di sekitar makam Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka berat dalam pengeroyokan tersebut.

Saefudin, 16 tewas seketika di tempat kejadian sementara temannya Rozi, 18, harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr R Sutrasno Rembang karena mengalami luka parah.

ant/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…