Minggu, 19 September 2010 16:24 WIB Hukum Share :

Bapak stres, anak ditinggal di stasiun KA

Jakarta–Muredi, 42, seorang ayah, yang mengalami sedikit gangguan ingatan meninggalkan anaknya, Saeful Anwar, 5, di peron Stasiun KA Depok Baru.

Semula ayah dan anak yang tinggal di Cicurug, Sukabumi ini hendak jalan-jalan H-1 lebaran (9/9). Muredi ingin membawa Saeful berlibur sekaligus bersilahturahmi sanak kerabat di Depok.

“Waktu mereka berangkat, saya sedang kerja. Padahal bapaknya itu agak sedikit gila dan saya tidak pernah setuju dia bawa anak-anak pergi karena takut begini (hilang),” kata Sumiarsih, 32, ibu Saeful, ditemui di pos pengamanan Stasiun Beos, Jakarta Kota, Minggu (19/9)

Menurut dia, Muredi kembali ke rumah tepat satu hari kemudian. Tapi dia datang tanpa Saeful. Sumiarsih langsung saja menanyakan keberadaan putra keduanya tersebut.

“Bapaknya bilang ‘saya kan buang air kecil pas di kereta, nah selesai itu keluar kamar mandi dia (Saeful) nggak ada lagi, habis itu saya pulang’,” ujar Sumiarsih menceritakan ulah suaminya.

Sumiarsih akhirnya melaporkan tentang kehilangan anaknya tersebut ke Polsek Cicurug.
Satu pekan setelah laporannya ke polisi, Sumiarsih tidak sengaja melihat pengumuman penemuan anak hilang di stasiun kereta api. Yakin bahwa anak yang ada dalam pengumuman di televisi itu adalah putra bungsunya, segera dia minta kerabatnya yang tinggal di Jakarta untuk menjemput Saeful.

“Kemarin sore saya liat RCTI ada beritan soal anak saya ini. Terus tadi pagi saya berangkat dan tiba di sini (Pos Pengamanan Stasiun Beos Jakarta Kota tempat Saeful dititipkan) jam 10,” jelasnya sembari memeluk dan mencium Saeful.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…