Sabtu, 18 September 2010 22:32 WIB Karanganyar Share :

Sidak, Dishubkominfo tegur bus wisata

Karanganyar (Espos)–Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar melakukan pengecekan lapangan penyelenggaraan layanan arus balik lebaran 2010, Sabtu (18/9).

Pengecekan dilakukan di Kecamatan Matesih dan Terminal Tegalgede. Dalam pegecekan tersebut petugas menemukan PO Safari (Pariwisata) yang akan digunakan untuk menarik penumpang arus balik lebaran. Selain itu petugas juga memeriksa kelaikan sejumlah angkutan lebaran. Berdasar pengamatan Espos, petugas memulai sidak dari Matesih.

Sasarannya jelas, bus cepat beberapa agen PO yang biasa mangkal di jalan-jalan setempat. Perlahan namun pasti petugas memeriksa satu persatu bus mulai dari kelengkapan surat-surat dan kelaikan kendaraan. Aksi dadakan petugas membuat awak bus super sibuk. Sedangkan di Terminal Tegalgede petugas hanya memeriksa dua bus lantaran banyak bus yang belum datang.

Kabid Perhubungan Dishubkominfo Karanganyar, Joko Sumaryono menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan angkutan lebaran laik jalan. Seperti kondisi rem, kekencangan ban, serta fasilitas lain bus. Mengenai bus pariwisata yang digunakan untuk menarik penumpang arus balik, menurutnya dibolehkan bila mengantongi izin insidentil Dishubkominfo. “Tapi bus wisata PO Safari ini tidak punya izin insidentil. Sehingga kami instruksikan supaya memprioritaskan bus reguler dulu,” katanya.

Joko melanjutkan selama penyelenggaraan arus mudik dan balik lebaran baru menemukan satu bus wisata yang digunakan mengangkut penumpang umum. Seharusnya bus wisata hanya mengangkut penumpang dengan trayek khusus wisata. Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Dishubkominfo, Rujito. Menurutnya teguran telah dan akan terus diberikan kepada agen-agen bus yang nakal memesan bus wisata. Di Karanganyar sendiri terdapat tiga titik pangkalan agen bus cepat yakni di Matesih, Terminal Tegalgede dan Palur.

Sedangkan sopir bus PO Safari (Pariwisata) Nopol H 1504 AC, Bero Sulardi, 48, menuturkan persediaan bus reguler dari perusahaannya sudah habis. Seluruh bus reguler telah dikerahkan untuk melayani penumpang sepanjang arus mudik dan balik lebaran ini. Pengerahan bus pariwisata menurutnya juga atas permintaan agen bus. “Memang tidak ada izin insidentil dari Dishub setempat. Sifatnya hanya membantu bus reguler. Tapi perlu diketahui juga yang kemrungsung para agen meminta bus pariwisata,” terangnya.

kur

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…