Sabtu, 18 September 2010 13:11 WIB News Share :

Ribuan penumpang KA diberangkatkan tanpa tempat duduk

Kediri–Arus balik lebaran 2010 dari Stasiun Kediri Kota mencapai puncaknya. Sekitar 3000 penumpang diberangkatkan ke Jakarta dan Bandung dengan kereta api jenis ekonomi, atau lebih banyak 50% dari kapasitas yang dimiliki dengan tanpa adanya kursi tempat duduk.

Pengamatan di lapangan, untuk keberangkatan ke Jakarta terdapat sekitar 1.500 penumpang yang berdesakan di KA Brantas,  400 lebih banyak dari kapasitas tempat duduk yang dimiliki sebanyak 1100 kursi. Kondisi yang hampir sama juga nampak untuk keberangkatan ke Bandung dengan KA Kahuripan, yaitu adanya 1.500 penumpang yang diberangkatkan, melebihi kapasitas yang diizinkan 900 kursi.

Eko Bekti, Wakil Kepala Stasiun Kediri Kota dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, pihaknya memang mentoleransi adanya kelebihan penumpang hingga 50% diatas kapasitas yang ada. Jumlah kelebihan tersebut dipastikan tanpa tempat duduk, dan penumpang yang diberangkatkan dianggap tidak mempermasalahkannya.

“Saat kami jual tiket kami sudah sampaikan, tiket tersisa tanpa tempat duduk dan mereka bisa menerimanya,” kilah Eko di Stasiun Kediri Kota, Sabtu (18/9).

Untuk keselamatan perjalanan kereta api, mengingat jumlah penumpang yang dibawa lebih banyak 50% dibandingkan kapasitas yang dimilikinya, Eko mengklaim sudah dilakukan perhitungan secara matang. “Kalau keselamatan Insya Allah aman. Cuman mungkin semakin lambat, karena beban yang semakin berat masih ditambah lagi naik turun penumpang yang juga lama,” ujarnya.

Sementara Dwi ,26, salah seorang penumpang KA Brantas tujuan Stasiun Tanah Abang Jakarta, mengaku tidak keberatan harus berdesakan dalam kereta dalam perjalanan yang dilakukannya. Dia juga tidak mempermasalahkan tidak adanya tempat duduk.

“Mau bagaimana lagi, besok Senin sudah mulai kerja. Mau gak mau ya sekarang harus berangkat,” ungkap Dwi dibenarkan penumpang lainnya.

Meski demikian tak sedikit penumpang yang akhirnya mengurungkan niatnya melakukan perjalanan balik, karena kondisi berdesakan dianggap sangat membahayakan. Salah satunya Andrian, warga Kabupaten Kediri yang hendak kembali ke Jakarta.

“Lihat kondisi dulu, kalau memungkinkan ya berangkat besok, pagi-pagi cari tiket. Tapi kalau nggak ya siang ini saya akan berangkat dengan bus,” tandas Andrian, sambil berharap tiket yang terlanjur dibelinya bisa dikembalikan.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…