Sabtu, 18 September 2010 10:57 WIB Issue Share :

Qory Sandioriva tertekan tinggal bersama ibunya

Jakarta–Qory Sandioriva bercerita soal kehidupannya selama tinggal bersama ibunya, Fariyawati. Katanya, Puteri Indonesia 2009 itu banyak mendapat tekanan dari keluarganya.

Pengakuan Qory tersebut dibeberkan oleh Malik Bawazir, kuasa hukum Qory saat ditemui di Jalan Kartika Alam II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (17/9) malam.

“Memang selama ini berdasarkan pengakuan Qory, hidupnya sangat banyak tekanan di tengah keluarga yang broken home. Terus terang saya kasihan buat seorang perempuan,” kata Malik.

Hanya saja di tengah tekanan tersebut tidak menghalangi dara asal Aceh itu berprestasi di Puteri Indonesia 2009. Seharusnya orangtua Qory bangga, bukan menuduh anaknya yang tidak-tidak.

“Seharusnya ibunya bangga dengan kondisi dia yang penuh tekanan masih sanggup berprestasi dan mengharumkan nama keluarga, mengharumkan nama bangsa juga,” jelas Malik.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…