Sabtu, 18 September 2010 11:27 WIB News Share :

Pengacara inginkan Jaksa Agung dari internal

Jakarta–Para pengacara dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menginginkan Jaksa Agung pengganti Hendarman Supandji berasal dari kalangan internal kejaksaan. Alasannya, orang luar juga tidak menjamin membawa perubahan bagi Korps Adhyaksa tersebut.

“Apa jaminannya dari luar bagus. Andi Ghalib dari luar, toh juga bermasalah,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi, Otto Hasibuan, dalam diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (18/9).

Menurut Otto, jaksa karier justru memiliki kemampuan teknis yang lebih, ketimbang orang luar. Ia bahkan berpendapat, pihak-pihak yang mendorong orang luar menjadi Jaksa Agung sama dengan menganggap jaksa yang ada tidak bisa dipercaya.

“Sama juga membiarkan ribuan jaksa tidak boleh berkarya lagi. Buat apa jaksa bekerja puluhan tahun kalau tidak bisa jadi Jaksa Agung,” kata Otto.

Sementara itu aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, justru mendorong Jaksa Agung mendatang dari luar. Alasannya, diperlukan Jaksa Agung yang independen untuk membenahi internal Kejaksaan yang sedang carut marut.

“Kalau disebut tidak aja jaminan dari non-karier, siapa dulu orangnya. Marzuki Darusman dari politisi, juga punya pencapaian yang jelas,” kata Usman.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…