Sabtu, 18 September 2010 12:36 WIB News Share :

Nanan Soekarna calon kuat Kapolri

Jakarta--Komjen Pol Nanan Soekarna disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Kapolri. Pria kelahiran Purwakarta, 30 Juli 1955 ini adalah lulusan terbaik dengan Bintang Adhi Makayasa, Akademi Kepolisian tahun 1978.

Karir Nanan di kepolisian ditopang berbagai pendidikan dan sarat pengalaman tambahan, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Angkatan XXI (1986), Pendidikan Kejuruan Serse (1987), Kibi Hankam (1989), FBI Academy USA 167 (1990), Sespimpol Angkatan XXX (1995), Seskogab Angkatan XXVI (1999), Lemhannas KSA XIII (2005), NEI FBI USA (2008), Akta IV IKIP Bandung, NAC Learning, dan ESQ Leadership.

Nanan cukup beruntung karena pernah menimba pengalaman dari 6 Kapolri terdahulu. Ia pernah menjadi korspri dan stafnya secara langsung yaitu; korspri Jenderal Dibyo Widodo saat Kapolda Metro Jaya, Korspripim Jenderal Rusdiharjo dan Jenderal Bimantoro, sebagai SES NCB Interpol Jenderal Dai Bachtiar yang mendampinginya saat kegiatan kerjasama internasional dan ke luar negri, menjadi Sahli Sospol Kapolri Jenderal Sutanto dan Kadivhumas serta Irwasum Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

“Kalau prestasi Nanan biasa saja. Tapi berpengalaman jadi Kapolda beberapa kali dan jabatan penting di Mabes Polri,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Sabtu (18/9).

Suami Yetty Suprapti ini menerima banyak penugasan kewilayahan diantaranya Kapolsek Sepatan, Tangerang, Wakapolresta Kediri, Kapolres Jakarta Timur, Kapolwil Purwakarta, Kapolwil Bogor, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Kalbar dan Kapolda Sumut.

Selain itu berpengalaman dalam penugasan di berbagai lembaga pendidikan kepolisian seperti Kepala Unit Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Wadankie Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Kepala Komputer Puskodalops Polda Metro Jaya, Tenaga Pendidik SPN Mojokerto, Kepala Korsiswa selama 5 tahun di SPN Mojokerto, Danyon Taruna Akpol, Korspri Pimpinan Kapolda Metro Jaya, Korspri Pimpinan Kapolri, Kapuskodalops Polda Sulsel, Ses NCB Interpol Indonesia, Staf Ahli Bidang Sospol Kapolri, Kadiv Humas Polri, dan terakhir menjabat sebagai Irwasum Polri.

Karir Nanan sempat jatuh saat dicopot dari Kapolda Sumatera Utara karena kasus meninggalnya Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat akibat ada kelalaian protap pengamanan demo. “Waktu di Sumut dia ada kelalaian. Tapi ketika Kapolda Kalbar dia mengampanyekan gerakan anti korupsi,” jelas Neta.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…