Sabtu, 18 September 2010 09:07 WIB News Share :

AJI desak polisi ungkap tewasnya wartawan Sriwijaya Post

Jakarta–Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mendesak polisi untuk segera mengungkap kasus tewasnya wartawan Sriwijaya Post, Arsep Pajario.  AJI meminta agar kasus Arsep diusut secara transparan.

“Kita mengecam aksi apapun yang menyebabkan tewasnya wartawan dengan cara tak wajar. Polisi harus segera menangkap dan mengungkap kasus ini,” kata Ketua AJI Nezar Patria, Jumat (18/9) malam.

Nezar menilai kasus Arsep harus dilihat secara proporsional. Pihaknya tidak ingin buru-buru menyimpulkan apakah ada indikasi kriminalisasi terhadap pers. “Sementara kita tunggu dulu hasil otopsi dan penyelidikan polisi. Karena infonya barang-barang korban hilang juga,” jelasnya.

Menurut Nezar, meski Arsep bukan seorang wartawan yang biasa melakukan liputan investigasi, namun polisi tetap harus mencari data dan fakta yang terkait. “Kita masih melihat apakah ini murni kriminal atau memang sengaja dibunuh karena profesi. Polisi harus buka seluas mungkin infomasi,” desaknya.

Arsep ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan S Suparman, Komplek Citra Dago Blok D No 9 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang. Diduga Arsep tewas lantaran dibunuh dengan racun. Arsep ditemukan keluarganya, Mahardiko, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat.

Belum diketahui siapa pelaku dan motif pelaku. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…