Jumat, 17 September 2010 22:26 WIB Sukoharjo Share :

Sapi berkaki dua lahir di Sukoharjo

Siang itu, Jumat (17/9), rumah Parwo Mulyono, 52, warga Kepoh RT 2/RW IX, Banmati, Sukoharjo, didatangi puluhan warga. Mereka menyerbu kandang sapi yang berada di sebelah barat rumah Parwo. Di sanalah Sri Rejeki atau si anak sapi yang unik itu singgah.

Anak sapi itu lahir pada Kamis (16/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Uniknya adalah Sri Rejeki hanya memiliki dua kaki di bagian belakang saat dilahirkan. Meski demikian, Parwo menyatakan kondisi Sri sehat.

Mulanya, Parwo melihat gelagat aneh sebeum si induk sapi melahirkan. Di hanya melihat kepala Sri Rejeki saat hampir lahir. Menurut pengalaman Parwo, kepala dan kaki anak sapi pasti terlihat saat mendekati lahir. “Sedikit aneh, saya memanggil dukun sapi (Sasono, masih tetangga Parwo-red) yang biasa menolong lahiran sapi. Tapi setelah lima menit saya kembali dan Sri sudah lahir dan bentuknya seperti kanguru,,” ulasnya.

Sejak saat itu, rumah Parwo didatangi oleh banyak warga yang penasaran atas uniknya Sri Rejeki. Bahkan, Parwo mengaku sudah ada pihak yang ingin membeli anak sapi itu. “Saya belum memiliki rencana menjualnya. Sementara, akan saya pelihara sendiri,” katanya.

Sri Rejeki lahir dari induk sapi jenis Limosin. Namun, Parwo mengatakan Sri Rejeki merupakan sapi jenis Metal. Sebab, induk Sri Rejeki pernah dikawinsuntikkan ke Mantri Hewan, Sehono, di daerah Joho, Sukoharjo. “Pak Sehono menyuntikkan bibit sapi Metal,” jelasnya.

Induk Limosin itu dipeliharanya sejak kecil, dan Sri Rejeki merupakan anak ke dua yang lahir dari rahim induk sapi jenis Limosin itu. Parwo mengaku tidak mendapat firasat sebelum Sri Rejeki lahir unik. Namun, ada perbedaan besarnya perut pada induk sapinya saat bunting. “Dibanding sebelumnya, perut induk sapi terlihat lebih kecil saat bunting Sri Rejeki,” akunya.

Sri Rejeki dikandung selama sembilan bulan 16 hari. Usia bunting induk Sri itu lebih lama di banding anak sapi sebelumnya, yakni sembilan bulan enam hari. Parwo mengaku proses kawin suntik kali ke-dua terhadap induk sapi, dilakukan sebanyak dua kali. Sebab, proses kawin suntik kesempatan pertama gagal. Akhirnya, kawin suntik ke-dua berhasil membuahkan Sri Rejeki.

Pemberian nama Sri Rejeki pun dilakukan oleh Parwo secara spontan bersama tetangganya. “Saya berharap pemeberian nama itu juga berpengaruh terhadap kelancaran rezeki saya,” asanya.

m85

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…