Jumat, 17 September 2010 12:48 WIB Ekonomi Share :

Pertamina impor 7 juta barel premium

Jakarta–PT Pertamina (Persero) mengimpor 7 juta barel premium untuk menutupi lonjakan konsumsi BBM jenis tersebut sepanjang arus mudik Lebaran.

“Kami impor 7 juta barel premium pada bulan Agustus dan September ini,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/9).

Menurut dia, impor itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan normal bulan Agustus dan September serta adanya tambahan konsumsi saat lebaran. Seluruh transaksi impor tersebut diurus oleh anak usaha Pertamina, Petral yang berada di Singapura.

“Sepanjang H-10 dan H+10 lebaran, kami perkirakan kenaikan konsumsinya sekitar 12 persen,” jelasnya.

Sementara itu, khusus untuk konsumsi solar justru mengalami penurunan sekitar 40 persen dari kondisi normal.

Djaelani mencatat saat ini stok BBM secara nasional dalam kondisi aman. Stok premium kini cukup untuk 16,5 hari, solar cukup untuk 21 hari, dan minyak tanah 50 hari. “Jadi rata-rata stok secara nasional cukup untuk 22 hari,” tambahnya.

Sebelumnya, Pertamina mencatat Konsumsi BBM bersubsidi jenis premium naik 50% atau mencapai 96 ribu KL per hari selama puncak arus mudik lebaran (H-2). Ini karena naiknya kebutuhan BBM para pemudik selama arus mudik berlangsung.

VP Corporate Communications Pertamina, Mochamad Harun mengatakan, pada puncak arus mudik H-2, telah terjadi peningkatan penjualan premium dari beberapa Depo hingga 50% seperti yang terjadi pada depo Tanjung Wangi, dari Terminal Transit Balongan penjualan meningkat premium 40%, depo Madiun meningkat 39%, depot meningkat 35%, dan depot lainnya bervariasi antara 14% hingga 31%.

“Pertamina juga menjaga stok pertamax dan pertamax plus. Stok pertamax dijaga dalam kisaran 78-105 ribu KL atau cukup untuk konsumsi di atas 50 hari. Sedangkan stok pertamax plus dijaga dalam kisaran 18 ribu KL atau cukup untuk konsumsi 55 hari,” ujar Harun dalam keterangannya, Senin (13/9).

Harun juga menyatakan, pada puncak arus balik (H+6), konsumsi premium juga akan meningkat hingga mencapai 86 ribu kiloliter (KL), naik 36,5% dibandingkan konsumsi premium rata-rata di saat normal yang mencapai 63 ribu KL per hari.

“Posisi stok premium saat ini berada di level 1,1 juta KL atau 16,3 hari, minyak tanah 407 ribu atau 48,6 hari, dan solar 1,5 juta KL atau 21,8 hari, sehingga total stok yang dipertahankan untuk persiapan arus balik sebesar 3 juta KL per hari,” jelas Harun.

Pertamina akan mengamankan stok premium pada arus balik lebaran ini, dengan menyiagakan kantong kantong BBM untuk mempercepat pasokan BBM ke SPBU

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…