Jumat, 17 September 2010 17:05 WIB Sragen Share :

Pemkab Sragen stop pengiriman TKI ke Malaysia

Sragen (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia pascamunculnya konflik perbatasan antara Indonesia-Malaysia belakangan ini. Padahal animo masyarakat menjadi TKI ke Malaysia fi atas 100 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, Arief Zaenal saat ditemui Espos, di kantornya, Jumat (17/9), mengungkapkan, penghentian pengiriman TKI ke Malaysia ini bertujuan untuk menjaga keselamatan TKI masing-masing, mengingat masih ada konflik antara Indonesia-Malaysia. Menurut dia, sebanyak 12 pengarah dan penyalur TKI swasta (PPTKIS) yang menyalurkan TKI ke Malaysia pun juga calling down semua.

“Kalau dilihat animo masyarakat, jumlah TKI ke Malaysia di atas 100 orang. Banyak TKI yang habis masa kontraknya usai di Malaysia tidak diperpanjang lagi. Namun bagi TKI yang masih di Malaysia pun juga baik-baik saja. Namun untuk pengiriman TKI ke sejumlah negara lain masih berjalan terus,” tukas Arief.

Lebih lanjut dia menguraikan, selain Malaysia ada sejumlah negara tujuan TKI lain, seperti Taiwan, Arab Saudi, Dubai, Korea dan Jepang. Jumlah TKI asal Sragen, terangnya, masih di bawah 5.000 orang. Terakhir akan ada pengiriman TKI ke Korea sebanyak 5.000 orang untuk sekala nasional. Pendaftaran TKI ke Korea itu dibuka mulai Oktober mendatang di UNS Solo.

trh

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…