Jumat, 17 September 2010 19:45 WIB Internasional Share :

Kisah Obama dan surat murid SD Menteng iringi penyambutan Dino

Washington-– Kedatangan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di AS Dino Patti Djalal di Washington, DC disambut hangat oleh para sahabat Indonesia, elit politik dan warga AS dan Indonesia yang tergabung dalam The US-Indonesia Society (USINDO). Kisah Obama dan pembacaan surat dari murid SD Menteng 01 mewarnai penyambutan tersebut.

Dino disambut USINDO dan KBRI Washington DC dengan jamuan makan malam di ruang Ballroom Hotel Four Season di ujung kawasan bergengsi Georgetown, 2800 Pennsylvania Avenue, NW, Washington DC, Kamis (16/10/2010) malam. Jamuan makan malam ini juga sekaligus memperingati peresmian dimulainya rapat komisi bersama kerjasama komperehensif AS-Indonesia.

Tidak kurang dari 320 orang hadir dalam acara ini. Dino yang didampingi istrinya, tampak terus mengembangkan senyumnya saat menyalami para tamu yang hadir. Mantan Menteri Keuangan yang kini menjadi direktur pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani juga tampak hadir. Mantan Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron R.Hume, juga hadir.

Diawali dengan resepsi, acara dibuka oleh Presiden USINDO, David Merrill, dilanjutkan dengan pemutaran video presentasi mengenai pandangan masyarakat Indonesia tentang AS dan hubungan kerjasama AS-Indonesia. Komentar yang kocak, jujur dan apa adanya terlontar di dalam video ini dan mendapat tanggapan meriah dari para hadirin. Salah satu pemberi komentar dalam video tersebut adalah artis penyanyi Indonesia, Dewi Sandra.

Dirjen Amerika dan Eropa Kementrian Luar Negeri RI, Retno Marsudi yang turut hadir, juga didaulat untuk memberikan kata sambutannya dalam jamuan makan malam ini. “Ibarat gong dalam gamelan yang berfungsi untuk mengakhiri atau menyimpulkan akhir lagu, maka kami menanti kedatangan Obama ke Indonesia untuk menjadi gong yang menandai kerja keras dan kerja sama komperehensif yang sudah berjalan dalam dua tahun ini,” tutur Retno.

Dalam acara menyambut Dubes RI Dino Patti Djalal malam ini, Kurt Campbell, pembantu menteri urusan Asia Timur dan Pasifik di Depertemen Luar Negeri AS, juga memberikan sambutan dengan memberikan paparan singkat mengenai agenda kerja Jumat, 17 September 2010, dimana menteri luar negeri AS, Hillary Clinton dan menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa akan bertemu untuk meresmikan rapat komisi bersama kerjasama komperehensif AS-Indonesia.

Saat dihidangkannya sajian penutup, David Merrill membacakan sekilas tentang biografi Dubes baru RI di AS, dan mempersilakan Dino Patti Djalal untuk memberikan kata sambutannya.

Kisah Bertemu Obama

Dino mengawali sambutannya dengan menceritakan kisah pertemuan dirinya dan keluarganya dengan Presiden AS Barack Obama di Ruang Oval Gedung Putih. Saat itu, putra Dino, Keanu, agak sedikit rewel karena letih dan agak pilek karena pergantian cuaca di awal musim gugur di Washington DC. Hampir bersamaan saat Keanu membersihkan hidungnya, Obama terlihat memasuki ruang tersebut. Saat itu, Obama menerimanya dengan ramah, sehingga acara berlangsung relatif lancar.

Hingga akhirnya, pada saat penyerahan surat kepercayaan (credential) dari Dino Patti Djalal ke Presiden Obama, putri kecilnya spontan berjalan di atas meja kerja di ruang itu. “Sekali lagi orang nomor satu di AS itu menunjukkan sikap kebapakannya, dengan memberikan pengertiannya terhadap sikap spontan anak-anak seumur Chloe (3,5 tahun),” kata Dino.

Dalam sambutannya, Dino menegaskan kembali pentingnya kerja sama antara AS dan Indonesia. Dia membeberkan informasi bahwa saat ini, pelajar Indonesia, tidak seperti era-era sebelumnya,  lebih banyak belajar ke Cina dibanding ke AS. Dino juga mengungkapkan harapan-harapannya mengenai pencapaian hasil yang lebih baik dalam kerja sama yang komperehensif antara kedua negara, ‘green economy’ akan tumbuh subur, dan teknologi akan menjadi penghubung utama antar manusia di abad 21 ini. “Indonesia dan AS sama-sama harus mereposisi kedudukan masing-masing dan menemukan di mana tempat kita dalam perkembangan dunia ini nantinya”, ungkap Dino.

Dino juga mengajak AS untuk terus menyuarakan kepada dunia apa yang terbaik tentang Amerika. Diungkapkan oleh Dino, pengalamannya saat merasakan kebaikan hati keluarga Amerika yang menerimanya seperti keluarga sendiri saat menjadi pelajar di New York beberapa tahun silam. Menurut dia, karakter warga Amerika yang sesungguhnya adalah baik hati, welas asih dan apa adanya.

Dino juga menyampaikan titipan surat dari murid-murid SDN 01 Menteng untuk Obama. Salah satu surat, berasal dari Najma, 9 tahun, murid kelas 5, dibacakan mantan jubir SBY itu di perhunjung kata sambutannya. Surat itu mengungkapkan keinginan Najma untuk bisa bertemu secara langsung dengan Presiden AS Barack Obama, motivator dalam hidupnya. Selain itu, surat tersebut juga mengungkap harapan Najma antara lain agar sebagai negara superpower, AS bisa menjaga perdamaian dunia dan menghentikan perang yang mengerikan.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…