Jumat, 17 September 2010 10:46 WIB News Share :

Jalur lingkar Nagreg ditutup H+10

Bandung–Jalur lingkar Nagreg yang dibuka selama arus mudik dan balik Lebaran 2010 akan ditutup kembali pada H+10, Senin (20/9). Penutupan jalur lingkar Nagreg tersebut dilakukan karena jalur tersebut memang belum selesai.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Jembatan Nagreg, Agus Hendarto saat dihubungi via telepon selularnya, Jumat (17/9). Menurut Agus, pembukaan jalur Nagreg dalam masa mudik Lebaran dilakukan untuk membantu memperlancar arus kendaraan.

“Sebenarnya memang jalur lingkar Nagreg itu memang belum selesai. Namun untuk membantu memperlancar arus kendaraan yang akan mudik, jadi kita bantu dengan memfungsikannya dengan kondisi yang ada saat ini,” ujar Agus.

Agus mengatakan, sejumlah keluhan seperti badan jalan kurang lebar dan tebing yang tergerus adalah hal yang wajar karena memang pembangunan jalur lingkar Nagreg belum sempurna.

“Bisa dibilang, kami itu jungkir balik untuk membantu untuk membuka jalur lingkar Nagreg dengan kondisi yang memang belum siap dipakai. Makanya, kalau ada beberapa hambatan, ya maklum,” katanya.

Pengerjaan jalur lingkar Nagreg menurut Agus akan kembali dilakukan untuk menyempurnakan jalur tersebut. Jalur lingkar Nagreg sepanjang 5,3 kilometer yang dibangun sejak tahun 2007 disebut Agus telah menelan biaya sekitar Rp 240 miliar.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…